UT Jayapura Gelar Seminar Penguatan Budaya Anti Korupsi, Tanamkan Nilai Integritas kepada Mahasiswa

Serui, 8 Maret 2026 – Dalam upaya membentuk lulusan yang berkarakter dan berintegritas, Universitas Terbuka menyelenggarakan Seminar Aksi Final Move: Penguatan Budaya Anti Korupsi dalam Membangun Pribadi Jujur, Disiplin, dan Berintegritas yang berlangsung di Hotel Merpati Serui. Kegiatan ini diikuti oleh 34 mahasiswa yang antusias mengikuti rangkaian materi hingga sesi diskusi.

Seminar menghadirkan Aser Pongratte, S.STP., M.A.P. sebagai narasumber. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

Pada sesi materi, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian korupsi beserta berbagai bentuk tindak pidana korupsi yang kerap terjadi di lingkungan pemerintahan maupun sektor lainnya. Korupsi dijelaskan sebagai tindakan penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan untuk memperoleh keuntungan pribadi yang pada akhirnya menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa dampak korupsi tidak hanya merugikan aspek ekonomi, tetapi juga menghambat pembangunan, menurunkan kualitas pelayanan publik, serta mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Oleh karena itu, budaya anti korupsi harus ditanamkan sejak dini melalui pembentukan karakter yang menjunjung tinggi kejujuran, disiplin, dan integritas.

Mahasiswa juga diajak memahami bahwa upaya pencegahan korupsi dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap jujur, bertanggung jawab, menjunjung transparansi, serta berani menolak segala bentuk penyimpangan. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi kebiasaan yang terus diterapkan, baik selama menempuh pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja.

Melalui seminar ini, Universitas Terbuka menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan tata kelola yang bersih serta bebas dari praktik korupsi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Diharapkan, pemahaman yang diperoleh selama seminar dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menerapkan budaya anti korupsi dalam kehidupan pribadi, lingkungan kampus, maupun masyarakat. (RTM)